Pesta Durian

August 27, 2008

13 April 2008…
Wah minggu ini ayahnya Khosyi pengen durian, so Khosyi ikut deh dengan ayah makan durian. Letak tempat yang ngejual tidak jauh dari Majalengka sekitar 10 Kilometer dari rumah, tepatnya di Kecamatan Maja. Jadi kalo dari Majalengka jalannya menuju ke Kabupaten Kuningan. Nah, berangkatlah Khosyi menuju ke sana, jalan yang dituju  terus menanjak, karena memang letak Maja adalah di kaki Gunung Ciremai, wuih udaranya sejuk sekali. Perjalanan ke sana selain menanjak juga berkelok, dan sebelum sampai ke tempat yang jual durian Khosyi mampir dulu ke tempat tukang jualan jagung. Tempatnya di kaki gunung Ciremai. Nih dia foto2nya…seru

Sudah makan jagung, perjalan di teruskan menuju penjual durian, hanya lima menit kok dari tempat yang jualan jagung…asik..akhirnya Khosyi makan Durian untuk pertama kali, walaupun hanya mencicipi sedikit, kan masih kecil, jadi gak boleh banyak makannya. Harga duriannya mulai dari sepuluh ribu sampai dua puluh ribu satu kepalanya. Kalo om tante mampir ke Majalengka, nanti Khosyi ajak ke tempat durian deh….

Jalan di Majalengka dan Cirebon

August 26, 2008

Liburan di Majalengka

6 April 2008…

Halo om and tante, minggu ini Khosyi kurang sehat, lagi flu, jadi jajan deh ke dokter di Cirebon, sambil ke dokter jalan-jalan di Cirebon di hari Sabtu..

Jalan ngelilingi kota Cirebon,ngelewati alun2 kota Cirebon, mesjid raya dan Kesultanan, makan2 dan main deh. Nih foto khosyi lagi maen di Mall (ini pertama kalinya Khosyi makan dan main di mall)

Di hari minggu jalan-jalan di alun-alun Majalengka. Nah ini dia foto Khosyi di alun-alun ama kabupaten Majalengka. Kalo ada yang belum tahu Majalengka, ini dia foto2nya..

Eh tahu gak di Majalengka hari minggu rame banget, banyak yang jualan, eh di Majalengka ada Dokar yang di tarik ama Domba, lucu…

Jalan ke Bandung

August 25, 2008

23 Maret 2008

Duh asiknya libur panjang, kata Khosyi, karena bisa jalan-jalan sepuasnya, nah minggu ini akhirnya saya akan jalan ke luar kota, ini pertama kali loh, karena sebelumnya masih belum berani, abis belum cukup umur kata ayahku yang ganteng, sekarang udah 7 bulan, jadi udah berani.

Kota yang saya dituju pada liburan kali ini adalah Bandung, ujar Khosyi penuh semangat.

 

Dan berangkatlah saya and my family (ayah yang ganteng dan ibu yang cantik) pada hari Jumat menuju Bandung dari Majalengka. Nah kalo ke Bandung pasti lewat Sumedang dulu, asik bisa beli tahu…

 

Berangkat dari Majalengka sekitar pukul 9 pagi. Dan tanpa terasa jam 10 sudah sampe deh di Sumedang, sudah tentu beli Tahu Sumedang, ini dia nih penjual tahu di Alam Sari (he3 gambarnya di ambil depannya aja).

Setelah beli tahu saya langsung menuju Bandung, uhuy…

Hari Jumat siang langsung menuju Parisj van Java Bandung, waduh banyak orang sampe pusing nih, namun asik juga, bisa liat hal yang baru, gak tahan pengen ngelihat semuanya, maklum baru pertama kali ke kota he3…

Nah dari sana saya langsung deh pulang ke kosan om Abeng, numpang di sana.

Besoknya hari Sabtu saya jalan lagi, sekarang menuju ke Cihampelas Walk, wuih asik tempatnya, namun ada beberapa tempat lagi direnovasi di sana, supaya tambah bagus katanya.

Di Ciwalk saya liat-liat banyak hal mulai dari fashion sampai tempat makan, nah mampir dulu deh ke J-Co, nemenin ayah beli kopi.

 

Sudah kenyang puter-puter di Ciwalk, kita mau pulang lagi. Abis udah kenyang liburannya.

Nah, langsung deh menuju Tol Pasteur untuk menuju ke Majalengka

Nah pas pulang, kita mampir dulu buat makan siang di Sumedang, tepatnya di rumah makan Soto Bandung. Letaknya sih di tengah kota Sumedang, jadi kalo om tante ke Sumedang, gampang kok nyarinya, aduh makanannya enak2, terus tempatnya juga asik, walau di tengah kota tapi ada kolam ikannya. Ikannnya gede-gede lagi.

 

 

Nah udah makan di sana, kita lanjutkan lagi perjalanan pulang, namun sebelumnya kita berhenti lagi di Cimalaka, tepatnya setelah Kota Sumedang sebelum Majalengka. Khosyi pengen lihat-lihat pemandangan indah kaki gunung Tampomas, gunung terbesar di Sumedang, katanya sih masih aktif (he3, kalo gak percaya liat aja di Google).

Abis lihat pemandangan langsung deh pulang ke Majalengka, kampung halaman tercinta.

Jalan ke Cimanuk

August 25, 2008

22 Maret..

Hu hui…… minggu ini Khosyi dan family jalan-jalan ke pinggir sungai Cimanuk.

Sungai Cimanuk ini merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat (kalo gak salah, cek aja di google). Nah, lokasi tepatnya yaitu di pinggir jalan raya Sumedang Majalengka, jadi kalo dari Sumedang menuju Majalengka, pasti kita akan melewati bantaran sungai Cimanuk ini, letaknya di sebelah kanan jalan raya kalau dari Sumedang. Di sana terdapat banyak warung yang menjajakan makanan dan Kelapa muda, letak warungnya di pinggir sungai Cimanuk tersebut.

Pemandangan yang dapat dilihat dari tempat tersebut adalah hamparan luas sungai Cimanuk yang yang begitu mendamaikan pikiran, karena udara yang sejuk dan suara gemerisik airnya, he3, sedikit lupa kerjaan yang gak bertepi….

Nah ketika di sana, selain memandangi pemandangan sungai, kebetulan ada beberapa orang yang sedang berburu Biyawak (sejenis buaya, namun ukurannya lebih kecil), mereka menggunakan anjing untuk berburu, anjing mencari letak di mana biyawak yang berada di semak-semak, kemudian, jika ada biyawak anjingnya menggonggong dan akan dikejar oleh pemburu. Biyawak sendiri katanya diburu karena dagingnya dan kulitnya. Dagingnya untuk penunjang keperkasaan dan kulitnya untuk kerajinan. Selain itu juga kita melihat banyak pemancing di sana, mereka mencari ikan Nilem (ukuran ikannya kecil, kira2 hanya 2 sampai 3 jari), namun jika di pepes atau digoreng rasanya MAK NYUSSSS….

Ultah

August 12, 2008

Besok ulang tahun…

Selamat ulang tahun ya sayang..13, Agustus 2008

Ibu dan ayah selalu sayang ama Khosyi…

(eh ini fotonya di upload setelah Khosyi ngerayain ulang tahun….

Awal Khosyi….

April 21, 2008

Minggu, 13 Agustus, tepat hari di mana istri menginjak usia 9 bulan kandungannya, sebagai calon ayah, saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan melahirkan mulai dari pakaian istri, perlengkapan untuk bayi, keuangan dan lainnya. Dan di hari itu pula dokter memperkirakan istri saya akan melahirkan. Namun waktu yang di tunggu belum kunjung tiba, istri tidak merasakan sesuatu, mulas pun tidak, karena katanya, tanda-tanda melahirkan adalah adanya mulas2. Well, akhirnya saya putuskan untuk berangkat ke Jakarta pada sore itu, saya bilang ke keluarga, jika ada sesuatu mohon untuk segera menghubungi.
Pukul 9 pagi hari Senin lalu, 13 Agustus, persaan khawatir terhadap istri mulai melanda, saya kemudian menelepon istri, namun yang mengangkat adalah mertua saya, dan dia mengatakan bahwa istri saya mengalami pendarahan hebat, bahkan mertua sampai menangis ketika menelepon, padahal mertua sendiri adalah bidan yang sangat faham akan seluk beluk persalinan, berarti saya simpulkan waktu itu, ada masalah besar yang sedang menimpa istri saya. Seketika itu pula saya akhirnya meminta izin untuk pamit pulang. Diperjalanan sendiri hati ini gundah gulana, dan terus menelepon keluarga mengenai perkembangan istri. Perjalanan dari Jakarta pukul 9.35 WIB sampai di Kadipaten pukul 15.00 WIB terasa cukup lama, bahkan terasa sangat lama sekali, memikirkan perkembangan istri. . Karena pendarahan yang cukup hebat, akhirnya rencana untuk melahirkan di Cirebon pada waktu itu tidak dapat terwujud (padahal ruangan dan dokternya sudah di booking), karena takut terjadi apa-apa di perjalanan, maka akhirnya di bawa ke rumah sakit Cideres, Majalengka.
Setibanya di Rumah Sakit Cideres, saya melihat istri terbaring dengan wajah merasakan sakit dan mulas, pada siangnya dokter kandungan telah memecahkan dengan sengaja ketubannya agar istri saya merasakan mulas. Pendarahan yang pagi terjadi diterangkan oleh dokter berasal dari plasenta yang masih ada sedikit yang di bawah.
Pada pukul 8 malam istri sudah mulai merasakan mulas yang sangat, dokter pun di telp., namun dokter mengatakan bahwa bidan saja sudah cukup, akhirnya, pada persalinan itu di bantu oleh 3 bidan (luar biasa, jarang sekali persalinan di bantu langsung oleh 3 bidan).. Saya sendiri waktu itu, langsung melihat persalinan istri, begitu gigihnya ia, sampai mukanya dari warna putih kelihatan menjadi biru keabu-abuan (mungkin moment inilah yang tidak terlupakan, begitu besarnya perjuangan seorang ibu ketika melahirkan). Namun sampai pukul setengah 10 bayi tidak kunjung keluar, kemudian dokter di telepon kembali. Dokter berjanji akan datang, setibanya dokter, ia memutuskan, persalinan mengggunakan metode vacuum.
Akhirnya setelah menggunakan metode vacuum, tepat pukul 10 istri dapat melahirkan dengan baik, bayi mungil pun keluar untuk pertama kalinnya ke bumi ini. Dan menangislah ia…….
Menangislah nak… kelak kemudian hari ayah dan ibu doakan engkau menjadi anak shalih dan menjadi penyejuk hati…..
Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan……………….